CASE ABSANSE
Kamis, 30 April 2015 - 15:04:15 WIB
Kategori: Ilmiah | Diposting oleh : Administrator | Dibaca: 209866 kali

Absance Seizure

Dear readers,

Pada hari Kamis, 21 April 2015 telah dilaksanakan ujian kasus oleh dr. Yenni Rizka Zettyana dengan judul Kejang Absans.


 

Epilepsy merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat. Permasalahan yang timbul pada penderita epilepsi dan keluarganya  tidak hanya dari segi medik tetapi juga dari segi social dan ekonomi. Masyarakat cenderung untuk menjauhi penderita epilepsy karena sebagian orang awam menganggap epilepsy dianggap sebagai penyakit menular, penyakit keturunan yang memalukan.

Penelitian insidensi dan prevalensi telah dilaporkan oleh berbagai negara, namun insidensi di Indonesia sendiri belum diketahuisecara pasti. Para peneliti umumnya mendapatkan insidensi 20-70 per 100.000 per tahun dan prevalensi sekitar 0,5-2 per 100.000 pada populasi umum, sedangkan pada populasi anak diperkirakan 0,3-0,4% di antaranya menderita epilepsy. Penderita anak laki-laki umumnya lebih banyak dibandingkan pada anak perempuan. Epilepsy sendiri merupakan masalah pediatric yang besar dan lebih sering terjadi pada usia dini.  World Health Organization  menyebutkan, insidensi epilepsy di negara maju berkisar 50 per 100.000 penduduk, sedangkan di negara berkembang 100 per 100.000  penduduk.

Salah satu penyebab tingginya insidensi di negara berkembang adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, misalnya akibat adanya infeksi di otak, trauma kepala, komplikasi pre natal, perinatal, ataupun post natal. Menurut beberapa ahli, sekitar 0,5%- 12%  kejang demam berulang merupakan salah satu factor predisposisi terjadinya epilepsy di kemudian hari. Epilepsy dapat terjadi setelah kerusakan otak yang didapat pada masa prenatal, perinatal, maupun pasca natal. Penelitian yang dilakukan beberapa peneliti di Finlandia menemukan penyebab epilepsy pada anak-anak adalah idiopatik (64%), prenatal (15%), perinatal (9%) dan post natal (12%).

Berdasarkan penyebabnya sindroma epilepsi umum dibagi menjadi dua yaitu epilepsy umum simptomatik dan idiopatik.  Salah satu bentuk epilepsy  umum idopatik yang akan dibahas pada laporan kasus kali ini adalah tipe absens  typical yaitu suatu bangkitan umum  yang terjadi dengan durasi yang singkat sekitar 10-20 detik, dengan onset dan terminasi yang mendadak. Angka kejadian untuk epilepsy tipe absens typical di Amerika Serikat adalah 2-8 kasus per 100.000 populasi, dan angka kejadian ini tidak berkaitan dengan predileksi ras tertentu. Untuk di Indonesia sendiri angka kejadian kejang absens  tersebut belum diketahui secara pasti.

Pemeriksaan penunjang pada kejang absens dapat berupa pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) yang akan terlihat suatu gambaran gelombang paku ombak 3 spd regular, bilateral dan simetris. Penatalaksanaan untuk kejang absens terdiri dari terapi medikamentosa yaitu pemberian antikonvulsan untuk mengontrol kejang, dan penggunaan obat tersebut harus selalu terkontrol mengenai dosis dan sampai berapa lama penggunaannya.

Tujuan laporan kasus kali ini adalah untuk memberi  pengetahuan kepada kita mengenai epilepsy khususnya kejang absens meliputi penyebab, patofisiologi, gambaran klinis, diagnosis dan terapi sehingga penyakit ini diatasi secara dini dengan penatalaksanaan yang tepat melalui suatu ilustrasi kasus.


Tulisan lengkapnya : http://www.4shared.com/office/NPxsZC25ce/case_kejang_absens_yenni.html



0 Komentar :