Evaluasi Pendidikan

Evaluasi Pendidikan

Tujuan
Tujuan umum evaluasi hasil belajar adalah untuk mengetahui apakah peserta‑didik telah mencapai kemampuan akademik profesional sesuai dengan kurikulum pendidikan.

Tahap‑tahap evaluasi

Secara garis besar evaluasi selama masa pendidikan dilaksanakan secara bertahap, berkala dan berkesinambungan. Evaluasi hasil belaiar bersifat sumatif untuk menentukan keputusan di samping bersifat formatif untuk memberikan umpan balik kepada peserta‑didik dan penyelenggara program. Setelah dinyatakan lulus semua evaluasi berkala, peserta‑didik diharuskan menempuh Evaluasi Nasional. (EN)

Evaluasi hasil belajar manurut waktu pelaksanaannya terdiri atas:

  • Evaluasi awal (pre‑assessment).

Dilakukan pada awal setiap modul/unit atau awal setiap tahap umumnya bersifat formatif untuk mengetahui kemampuan atau materi yang belum dikuasai oleh peserta‑didik.

  • Evaluasi modul/unit.

Dilakukan pada pertengahan dan pada akhir setiap modul/unit.

  • Evaluasi tahapan.

Dilakukan pada akhir setiap tahapan (pembekalan/yunior, magang/madya, mandiri/senior)

  • Evaluasi berkesinambungan (Continuous assessment)

Dilakukan melalui pemantauan terus menerus selama proses pendidikan di modul/unit atau selama setiap tahap pendidikan.

  • Evaluasi akhir Institusi (final assessment)

Evaluasi akhir dilakukan setelah peserta‑didik menyelesaikan semua kegiatan sebelum Evaluasi Nasional.

  • Evaluasi Nasional (National Board of Examination)

Dilakukan setelah melaksanakan dan lulus semua tugas kegiatan akademik dan pelatihan keprofesian dan telah lulus evaluasi akhir.

Evaluasi hasil belajar manurut tahapan jenjang

terdiri atas

1. Evaluasi berdasarkan Proses Belajar Mengajar (PBM)

a) Evaluasi PBM Akademik

1) Kuliah Pendidikan Dasar Ilmiah (MDU, MDK)

- Pengampu: Ketua PPDS
- Harus lulus dengan persyaratan: - IPS > 2,75

 

2) Kuliah Pendidikan Kekhususan/ Pediatri

- MKU dan MKK1
  Pengampu: KPS KESEHATAN ANAK
  Harus lulus dengan persyaratan: - IPS > 2,75

- MKK2

Pengampu: KPS KESEHATAN ANAK
Harus lulus dengan persyaratan: - IPK > 2,75

3) Pendidikan Bidang Kajian

- Seminar Sari Pustaka
  Pengampu: PS KESEHATAN ANAK

- Seminar Proposal Tesis
   Pengampu: PS KESEHATAN ANAK dan PSBM BKU KESEHATAN ANAK PPS Unsri

- Seminar Tesis
   Pengampu: Ps KESEHATAN ANAK dan PSBM BKU KESEHATAN ANAK PPS Unsri

- Publikasi ilmiah
Pengampu: PS KESEHATAN ANAK dan PSBM BKU KESEHATAN ANAK PPS Unsri

b) Evaluasi PBM Pelatihan Keprofesian

- Penilaian oleh Subbagian di Tahapan Yunior, Madya dan Senior

Pengampu: Subbagian

- Penilaian Pengayaan pada presentasi kasus, laporan boks, kasus sukar/ kematian dll

Pengampu: PS KESEHATAN ANAK

- Penilaian keterlibatan dalam kegiatan profesi: Mengikuti acara ilmiah nasional, KONIKA dan berpresentasi di pertemuan ilmiah nasional.

Pengampu: PS KESEHATAN ANAK

c) Evaluasi Tahapan

1) Evaluasi Pasca Pelatihan Keprofesian tahap yunior

-  Dilaksanakan enam bulan pertama setelah pelatihan keprofesian bagi peserta program Yunior, sekaligus sebagai evaluasi kelayakan pertama. Dilaksanakan oleh rapat staf, berdasarkan hasil 6 evaluasi akhir setiap boks/subbagian, pengamatan supervisor/ pembimbing ke 6 boks/ subbagian yang telah dilaluinya, konsulen jaga dan kesan umum staf yang lainnya. Hasil evaluasi dalam bentuk:

a. Tanpa peringatan.

b. Dengan peringatan, bahwa: “Potensi akademis terbatas dan/ atau kinerja terbatas sehingga diragukan untuk dapat menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang wajar. Diminta untuk menunjukkan prestasi yang lebih baik”. (lampiran 1).

c. Langsung diberhentikan, bahwa: “ Potensi akademis sangat terbatas atau kinerja sangat terbatas sehingga tidak akan dapat menyelesaikan pendidkan dalam jangka waktu yang wajar”.

- Dilaksanakan satu tahun pertama setelah pelatihan keprofesian. Sekaligus sebagai evaluasi kelayakan kedua/ akhir bagi peserta program Yunior. Dilaksanakan oleh rapat staf, berdasarkan hasil 6 evaluasi akhir dari 6 boks/ subbagian, pengamatan supervisor/ pembimbing ke 6 boks/ subbagian yang telah dilaluinya, konsulen jaga dan kesan umum staf yang lainnya. Hasil evaluasi dalam bentuk:

a. Tanpa peringatan.

b. Dengan peringatan, bahwa: “Potensi akademis terbatas dan/ atau kinerja terbatas sehingga diragukan untuk dapat menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang wajar. Diminta untuk mengundurkan diri sebagai peserta program”. (lampiran 2).

2)Evaluasi Pasca Pelatihan Keprofesian Madya

- Evaluasi Pasca Pelatihan Keprofesian Madya A

   Dilaksanakan akhir semester keempat, berdasarkan penilaian dari setiap Subbagian stelah peserta program mengikuti kegiatan di Subbagian tersebut.

- Evaluasi Pasca Pelatihan Keprofesian Madya B

   Dilaksanakan akhir semester keenam setengah, berdasarkan penilaian dari setiap Subbagian stelah peserta program mengikuti kegiatan di Subbagian tersebut atau Bagian lain diluar Bagian KESEHATAN ANAK.

3)Evaluasi Pasca Pelatihan Keprofesian Senior

ü Dilaksanakan akhir semester ke tujuh setengah, berdasarkan penilaian dari setiap Subbagian stelah peserta program mengikuti kegiatan di Subbagian dan telah menyelesaikan seluruh beban/ tugas.

4) Evaluasi akhir.

- Evaluasi akhir dilaksanakan setelah evaluasi PBM akademik dan evaluasi tahapan selesai dan dilaksanakan secara local

 Pengampu : PS KESEHATAN ANAK

5) Evaluasi nasional

Evaluasi tingkat nasional terdiri dari :

- Ujian Tulis (MCQ Nasional) : Pengampu Kolegium KESEHATAN ANAK

- OSCE Nasional : Pengampu PS KESEHATAN ANAK FK Unsri

- Ujian Akhir atau Evaluasi Nasional : Pengampu Kolegium KESEHATAN ANAK

Ujian Akhir atau Evaluasi Nasional dilakukan setelah selesai tahap mandiri, telah melaksanakan dan lulus semua tugas-tugas pelatihan keprofesian dan kegiatan akademik, dan telah lulus Evaluasi Akhir Institusi.

a. Fungsi dan kewajiban Kolegium llmu Kesehatan Anak adalah sebagai berikut:

- Menentukan dan mengangkat Kelompok Penguji Nasional.

- Mengkoordinasi penyelenggaraan Evaluasi Nasional.

- Mengatur penugasan Penguji Nasional.

- Mendokumentasi penyelenggaraan Evaluasi Nasional setiap IPDSA.

- Melaporkan hasil Evaluasi Nasional pada IPDSA bersangkutan

- Menerbitkan sertifikat lulus Evaluasi Nasional.

b. Permintaan penguji luar

Surat permintaan dari KPS kepada Kolegium KESEHATAN ANAK mencantumkan dan melampirkan:

- Nama calon peserta

- Prasyarat peserta

- Tanggal penyelenggaraan

- Susunan penguji lokal

- Biaya administrasi penyelenggara

c.Penugasan penguji luar adalah sebagai berikut:

- Kolegium IKA menentukan penguji luar dari Daftar Kelompok Penguji Nasional yang masih berlaku, dengan mempertimbangkan rayonisasi IPDSA asal, sebagai berikut:

o Rayon 1 : Medan, Padang, Palembang, Jakarta

o Rayon 2 : Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta

o Rayon 3 : Surabaya, Denpasar, Manado, Ujung Pandang

- Kolegium KESEHATAN ANAK menyampaikan surat permintaan izin sebagai Penguji Nasional kepada IPDSA bersangkutan

- Kolegium KESEHATAN ANAK menerbitkan surat penetapan sebagai Penguji Nasional kepada yang bersangkutan.

d.Kelompok penguji nasional

Setiap tahun Kolegium menerbitkan Daftar Kelompok Penguji Nasional yang berasal dari semua IPDSA di Indonesia sesuai dengan kriteria dan prasyarat yang sudah ditetapkan.

Prasyarat penguji nasional adalah sebagai berikut:

  • Staf pengajar tetap atau sudah pensiun tetapi masih dikontrak,
  • berkualifikasi penilai
    • Minimal Lektor Kepala (golongan IVa), atau Doktor atau Guru Besar.
    • Dokter Spesialis Anak Konsultan.

Hak dan wewenang penguji nasional adalah.

  • Berwenang melakukan pengujian pada peserta-didik.
  • Berwenang memberikan penilaian.
  • Memperoleh biaya transport/hotel/konsumsi sesuai peraturan.
  • Memperoleh uang ujian.

e.Pelaksanaan Evaluasi Nasional

Evaluasi Nasional diselenggarakan oleh IPDSA setempat, Penguji Nasional yang ditetapkan oleh Kolegium KESEHATAN ANAK merupakan anggota Tim penguji dan bertindak sebagai Penguji Luar (External Examiner).

Prasyarat peserta Evaluasi Nasional adalah :

  • Menyelesaikan seluruh kegiatan keprofesian dan akademik (log book).
  • Lulus evaluasi akhir institusi (surat keterangan lulus)
  • Lulus ujian OSCE lokal
  • Lulus ujian MCQ Nasional
  • Nilai TOEFL (setara TOEFL) > 500 yang masih berlaku (2 tahun terakhir)
  • Buku Tesis (1 eksemplar).
  • Surat keterangan dari redaksi majalah yang terakreditasi yang menyatakan bahwa ringkasan tesis telah diterima dan akan dimuat
  • Membayar biaya administrasi penyelenggaraan.

Tim penguji adalah

Sekurang-kurangnya terdiri atas 3 Penguji dari IPDSA penyelenggara dan 2 Penguji Nasional (masing-masing dari Institusi Pendidikan yang berbeda).

Tata cara ujian adalah

- Evaluasi Nasional dilakukan dalam bentuk ujian komprehensif dengan pasien. Sebagai entry digunakan 1 (satu) kasus panjang dan 1 (satu) kasus pendek.

- Lama ujian diperkirakan 2 jam per peserta, untuk 1 kasus panjang dan 1 kasus pendek.

- Domain yang diuji terutama intelectual skill sebagai berikut:

  • Kemampuan/sistematika berpikir.
  • Kemampuan penalaran medik.
  • Kedalaman penguasaan materi.
  • Lingkup penguasaan materi.
  • Kemampuan berargumentasi/diskusi.
  • Kemampuan EBP

- Kasus-kasus yang dipakai seyogyanya yang dapat menggali KESEHATAN ANAK secara komprehensif:

  • Kasus-kasus rawat inap.
  • Kasus-kasus poliklinik.
  • Kasus-kasus khusus yang sewaktu-waktu dapat dipanggil sebagai pasien ujian.
  • Kasus-kasus (pasien simulasi) yang dilatih khusus.

- Penilaian hasil Evaluasi Nasional:

 Pemberian nilai Evaluasi Nasional sama seperti pemberian nilai pada evaluasi di tingkat Institusi

Tabel : Ringkasan Jadwal Tahapan Evaluasi

Tahap Magister

Tahap Yunior

Tahap Madya A

Tahap Madya B

Tahap Senior

Tahap Akhir

 

 

Sesuai Program Pasca Sarjana

 

Evaluasi akademik

Evaluasi akademik

Evaluasi akademik

Evaluasi akademik

Evaluasi Lokal

Setiap 6 bulan

Setiap 6 bulan

Setiap 6 bulan

Setiap 6 bulan

 

Setiap putaran blok

Setiap putaran blok

Setiap putaran blok

Setiap putaran blok

 

Evaluasi Profesi

Evaluasi Profesi

Evaluasi Profesi

Evaluasi Profesi

Evaluasi Nasional

Syarat :

  • · Ujian lokal
  • · MCQ Nas
  • · OSCE
  • · Log Book
  • · Toefl >500

 

3. Cara evaluasi (instrumen evaluasi)

Cara evaluasi (instrumen evaluasi) yang digunakan meliputi:

a) Ujian tulis

b) Ujian lisan/ujian praktek

c) Ujian OSCE

d) Ujian MCQ

e)Pengamatan sehari‑hari (continuous assessment)

a) Ujian tulis

Ujian tulis dilakukan pada setiap pelaksanaan kegiatan dalam unit/modul/tahap pendidikan untuk mengetahui pencapaian kognitif sebagai berikut:

  • · Ujian awal tertulis (Umumnya dimaksudkan sebagai ujian formatif untuk mengetahui sejauh mana prasyarat dan pokok bahasan telah dipahami peserta‑didik).
  • · Ujian pertengahan tertulis (Juga dimaksudkan sebagai ujian formatif untuk memberi umpan balik (feedback) kepada peserta‑didik dalam upaya pencapaian sasaran belajar.
  • · Ujian akhir tertulis (Merupakan ujian sumatif yang akan menentukan keberhasilan pencapaian kognitif.

Cara atau instrumen ujian yang dipakai umumnya adalah soal pilihan jamak (Multiple Choice Question) atau esei (Essay). Bentuk esei yang disukai ialah esei dengan modifikasi (Modified Essay Question/ Short Essay).

b) Ujian lisan/ujian praktek

Ujian lisan dilaksanakan bersamaan dengan ujian praktek umumnya diberikan pada akhir unit/modul/tahap/akhir pendidikan dalam bentuk ujian pasien (kasus) atau ujian keterampilan dengan memakai lembar penilaian khusus.

Ujian lisan/praktek terdiri atas:

  • Ujian akhir unit/modul/tahap.

v Pasien (kasus) dapat dipakai sebagai entry untuk membahas lingkup Ilmu KesehatanAnak secara komprehensif.

v Untuk menilai kompetensi klinik para residen, diberikan ujian mini-CEX (mini clinical evaluation exercise) dan diberikan feedback.

v Sedangkan untuk menilai ketrampilan klinik dipakai DOPS (Direct Observation Procedural Skill) dan feedback

v Untuk menilai menangani pasien tertentu (pasien baru, sulit, mati), digunakan pendekatan kedokteran berbasis bukti (EBP = Evidence Based Practice).

  • Ujian akhir Institusi

v Sebagai prasyarat mengikuti Evaluasi Nasional. Pada analisis kasus panjang dengan pendekatan EBP dan kasus pendek dinilai dengan formulir mini-CEX

  • Evaluasi Nasional

v Dikordinasi oleh Kolegiurn Ilmu Kesehatan Anak, menggunakan kasus panjang dan kasus pendek dengan tim penguji nasional. Kasus panjang dianalisis dengan pendekatan EBP dan kasus pendek dinilai dengan formulir mini-CEX

c) Ujian OSCE

OSCE dilakukan untuk menilai ketrampilan klinik, yaitu untuk kenaikan tingkat dari Yunior ke Madya (Terutama untuk ujian ketrampilan klinik) dan dari Madya ke Senior (Materi lebih komprehensif), sebagai persyaratan naik tahapan atau EN.

d) Ujian MCQ Nasional

MCQ Nasional diselenggarakan oleh Kolegium setahun 2 kali untuk semua residen mulai dari yunir sampai senior. Bagi yang akan EN harus lulus MCQ Nasional di tahap senior dan ujian MSQ yang terakhir

e) Pengamatan kegiatan sehari‑hari (continuous assessment)

Penilaian kegiatan sehari‑hari dilakukan selama bekerja dalam unit/modul/tahap

pendidikan di poliklinik, bangsal, laboratorium, penyuluhan dan kegiatan lain) yang

mencakup aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

Penilaian pada umumnya dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian

khusus. Setiap kegiatan dicatat pada log book peserta‑didik.

4. Lembar penilaian khusus

Lembar penilaian khusus (observation sheet) yang dipakai dapat berbentuk rating scale atau check list. Kemampuan akhir yang dinilai adalah penampilan profesional (professional performance) yang terdiri atas

a) kompetensi akademik dan

b) kompetensi profesional.

Lembar penilaian khusus yang dapat digunakan untuk penilaian adalah:

a) Kompetensi akademik

Penilaian kognitif pada kegiatan:

Materi Penerapan Akademik‑1

  • Sajian Kasus
  • Sari Pustaka
  • Usulan penelitian
  • Tesis

Materi Penerapan Akademik‑2

  • Pembacaan jurnal
  • Tinjauan Pustaka
  • Laporan Jaga
  • Penyajian kasus
  • Studi kasus longitudinal
  • Referat

b. Kompetensi profesional

Penilaian kompetensi profesional pada kegiatan:

Materi Penerapan Keprofesian (MPK 1, 2, 3)

  • Kerja bangsal
  • Kerja poliklinik
  • Kerja laboratorium,
  • Kerja lapangan, dan lain‑lain.

5. Pemberian angka, nilai mutu, markah dan interpretasi

Cara yang dipakai untuk memberi angka, nilai mutu, markah dan interpretasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Angka, nilai mutu, markah dan interpretasinya pada penilaian hasil belajar

Angka

Nilai mutu

Markah

80-100

4,00

A

76-79

3,70

A-

73-75

3,30

B+

70-72

3,00

B

66-69

2,70

B-

63-65

2,30

C+

60-62

2,00

C

56-59

1,70

C-

50-55

1,00

D

<50

0,00

E

* NBL: 70

3,00

B

* NBL (Nilai Batas Lulus)

6. Evaluasi hasil akhir pendidikan

Predikat cum laude pada akhir pendidikan dapat diberikan dengan mempertimbangkan lamanya masa studi, yakni tidak lebih dari n+1. Evaluasi hasil pendidikan diberikan predikat sesuai tabel berikut:

Tabel . IPK dan predikat evaluasi hasil akhir pendidikan

IPK

Predikat

3,71 ‑4,00

Dengan pujian (cum laude)

3,41 ‑3,70

Sangat memuaskan

2,75‑3,40

Memuaskan

7. Penghitungan Indeks Prestasi (IP)

Setiap akhir semester atau akhir tahap dapat ditetapkan Indeks Prestasi Semester (IPS). Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah jumlah nilai mutu (bobot) dikalikan SKS yang diperoleh dari setiap materi pendidikan pada semester tersebut, dibagi jumlah SKS semua materi pendidikan yang diikuti pada semester yang bersangkutan.

Jumlah (nilai mutu X SKS)

IPS = ---------------------------------------

Jumlah SKS yang ditempuh

Contoh: Materi/Modul a: 4 SKS nilai mutu 3/markah (B)

Materi/Modul b: 2 SKS nilai mutu 4/markah (A)

Materi/Modul c: 3 SKS nilai mutu 3/markah (B)

Materi/Modul d: 3 SKS nilai mutu 4/markah (A)

 

Pada akhir tahap atau akhir pendidikan dapat dihitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)‑nya. indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah jumlah nilai (angka nilai mutu) dikalikan dengan jumlah SKS dari hasil nilai semester sebelumnya dijumlahkan dengan jumlah nilai (angka nilai mutu dikalikan jumlah SKS) semester terakhir, kemudian dibagi dengan jumlah SKS dari semua materi pendidikan di semester yang diperhitungkan.

Contoh:

Tabel 3.5 Contoh perhitungan IPK

 

Semester

Jumlah

SKS

Nilai

IPS

I

12

41

IPS

II

12

38

Jumlah

 

24

79

 

B.PENYELESAIAN PENDIDIKAN

B.1. Penghentian sebelum lulus

Peserta program dinyatakan putus studi apabila ia tidak dapat melanjutkan kegiatan akademik akibat masalah administrasi, evaluasi akademik atau sebab-sebab lain, seperti:

1.Atas permintaan sendiri.

Peserta program dapat menghentikan pendidikan setiap saat dengan mengajukan permintaan secara tertulis untuk mengundurkan diri kepada Dekan dengan tembusan kepada Ketua Bagian dan KPS. Pengunduran diri ini bisa disebabkan karena dari segi akademis maupun dari segi lainnya termasuk masalah kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan studi yang diperkuat dengan Surat Majelis Penguji Kesehatan.

2.Diberhentikan dengan alasan:

- Tidak melaksanakan registrasi administrasi dan atau registrasi akademik 2 (dua) semester berturut-turut.

v Pelanggaran disiplin sebagai peserta didik, pelanggaran disiplin sebagai pegawai (tergantung dari instansi induknya), pelanggaran etika profesi, pelanggaran peraturan yang berlaku, serta menunjukan perilaku yang tidak terpuji sebagai calon seorang dokter spesialis anak, diberi peringatan mengacu pada PP 30, tahun 1980 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Peserta program dapat diingatkan secara lisan, diperingatkan secara tertulis, diskors, atau diberhentikan sebagai peserta program ,secara bertahap atau langsung pada hukuman yang lebih berat, tergantung dari berat ringannya kesalahan. Penghentian pendidikan dapat dijatuhkan tanpa peringatan bila terdapat pelanggaran etika sangat berat berdasarkan hasil rapat pleno Bagian berkoordinasi dengan Komite Medik RSMH.

- Penilaian hasil pendidikan tahapan pertama menunjukkan kurang sekali, IPS <2,75. Saat ini Peserta program telah menjalani 6 kali rotasi kerja bangsal (siklus 1 bulan setiap bangsal/ boks), atas pertimbangan “Potensi akademis sangat terbatas atau kinerja sangat terbatas sehingga tidak akan dapat menyelesaikan pendidkan dalam jangka waktu yang wajar”., tanpa disertai alasan yang perlu diargumentasikan, rapat evaluasi staf pengajar PS KESEHATAN ANAK dapat memutuskan memberhentikan peserta program tersebut dari PS KESEHATAN ANAK.

- Penilaian hasil pendidikan tahapan kedua, walaupun telah mendapat peringatan tetap menunjukkan prestasi yang kurang (IPK <2,75). Saat ini Peserta program telah menjalani 6 kali kedua rotasi kerja bangsal (siklus 1 bulan setiap bangsal/ boks), atas pertimbangan “Potensi akademis terbatas dan/ atau kinerja terbatas sehingga diragukan untuk dapat menyelesaikan pendidikan dalam jangka waktu yang wajar. Diminta untuk mengundurkan diri sebagai peserta program”

- Setelah tingkat yunior, bila masa pendidikan peserta program tidak dapat menyelesaikan pendidikannya ditiap tahapan dalam jangka waktu dua kali dari jangka waktu yang ditetapkan.

- Hal hal lain menurut peraturan IPDSA bersangkutan

Peserta program yang diberhentikan dapat diberikan “keterangan” tentang prestasi akademik dan perilaku peserta program selama pendidikan, termasuk transkrip tentang proses belajar mengajar yang telah dijalani dan dinilai.

Bagi peserta program yang diberhentikan dengan alasan akademi, sesuai dengan kewenangannya, Ketua PPDS FK UNSRI akan membantu peserta program melanjutkan ke Program Studi lain, baik dilingkungan FK UNSRI, maupun di Universitas lain.

Pemberhentian peserta program ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unsri. Peserta program akan dikembalikan kepada instansi pengirim oleh Rektor Universitas Sriwijaya.

B.2. Menyelesaikan sampai lulus

Setelah menyelesaikan semua beban studi sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan dan telah menjalani evaluasi nasional, peserta program dianggap telah menyelesaikan pendidikannya dan lulus jika telah mengikuti yudisium dan dinyatakan lulus.

a. Predikat kelulusan

Peserta yang dinyatakan lulus dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Anank diberikan predikat kelulusan sesuai dengan IPK yang diperoleh sbb:

2,75 – 3, 49 Memuaskan

3,50 – 3,74 Sangat memuaskan

3,75 – 4,00 Dengan pujian (Cum laude)

b. Gelar

Peserta program yang lulus berhak untuk menggunakan gelar Magister Kesehatan (BKU KESEHATAN ANAK) dan dokter spesialis anak.(SpA)

c. Ijazah magister

Ijazah magister diberikan oleh Universitas, di tanda-tangani oleh Rektor dan Direktur Program Pasca Unsri,setelah yang bersangkutan melengkapi seluruh tugas-tugas pendalaman akademik dan dinyatakan lulus ujian tesis.

d. Ijazah dokter spesialis

Ijazah dokter spesialis diberikan oleh Universitas dan ditandatangani oleh Rektor dan Dekan FK Unsri setelah yang bersangkutan menyelesaikan semua tugas-tugas pelatihan keprofesian dan dinyatakan lulus Evaluasi nasional (EN).

Kedua ijazah tanda lulus tersebut maupun salinannya diberikan kepada yang bersangkutan jika semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku sudah dipenuhi termasuk penyelesaian administrasi difakultas seperti pelunasan SPP dan lain sebagainya.

e. Sertifikat Kompetensi

Lulusan akan diberikan “Sertifikat Kompetensi”.

f. Piagam pengukuhan dokter spesialis anak

Piagam pengukuhan profesi dokter spesialis anak diberikan oleh Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia dan ditanda tangani oleh Ketua Kolegium dan Sekretaris Kolegium setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus Evaluasi Nasional dan telah memenuhi persyaratan administratif yang ditentukan oleh kolegium.

Peserta program yang telah mendapat ijazah keahlian dan dilantik berhak menyandang predikat sebagai alumnus Universitas Sriwijaya dan diminta untuk mengikuti Wisuda Unsri pada kesempatan pertama.

Ijazah dan Sertifikat Kompetensi merupakan persyaratan yang diperlukan untuk mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia