Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan

Dokter Spesialis Anak ialah dokter yang telah mencapai kompetensi tertentu secara profesional mengkhususkan diri melayani anak sehat dan anak sakit dalam keluarga maupun masyarakat sejak konsepsi sampai akhir usia remaja serta mempunyai kemampuan untuk menyerap, mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Kesehatan Anak. Disamping itu, karena masalah kesehatan yang dihadapi terdapat dalam berbagai lapisan masyarakat, maka dari seorang dokter Spesialis anak dituntut kemampuan yang lebih luas mulai dari yang sederhana sampai yang canggih dan kompleks.

Kompetensi yang harus dikuasai tidak hanya bersifat spesialistik dan canggih tetapi harus tetap mencakup kompetensi dasar. Dari mereka dituntut kompetensi untuk memilih penerapan yang sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi dan dana serta sarana yang tersedia dengan tetap mengikuti perkembangan keilmuan dan diharapkan dapat dipenuhi dengan profesionalisme yang tinggi melalui pendekatan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam setiap penangan kasus pediatric.

Kompetensi professional harus sesuai dengan etika luhur kedokteran yang diamalkan di masyarakat Indonesia berlandasan Pancasila. Dokter Spesialis Anak tidak hanya berfungsi sebagai tenaga professional dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berperan secara akademik sebagai tenaga peneliti dan tenaga pendidik

Pendidikan Dokter Spesialis

Pendidikan dokter spesialis melalui proses belajar dengan suatu kurikulum akan menghasilkan dokter spesialis yang:

  1. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam pengamalan ilmu kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
  2. Mempunyai pengetahuan yang luas dalam bidangnya serta mempunyai ketrampilan dan sikap yang baik sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kesehatan kepada masyarakat yang sesuai dengan bidangnya secara optimal.
  3. Mampu menemukan, merencanakan dan melaksanakan pendidikan dan penelitian secara mandiri dan mengembangkan ilmu ke tingkat akademik yang lebih tinggi.
  4. Mampu mengembangkan sikap pribadi sesuai dengan etika ilmu dan etika profesi.

Tujuan umum

Pendidikan dokter spesialis anak ialah bagian dari pendidikan dokter spesialis yang bertugas menghasilkan dokter spesialis anak sekaligus Magister yang mempunyai:

  1. Kompetensi professional sebagai seorang dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan kesehatan anak secara paripurna dalam tingkat spesialistik bertaraf internasiona sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat.
  2. Kompetensi akademik sebagai seorang Magister yang mampu menyerap, meneliti, mengembangkan dan menyebarkan ilmu kesehatan khususnya ilmu kesehatan anak sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tujuan khusus

Pada akhir pendidikan melalui suatu kurikulum terpadu pendidikan dokter spesialis anak dan pendidikan magister Ilmu Kesehatan Anak akan menghasilkan seorang dokter spesialis anak dengan kompetensi Magister yang:

  1. Mampu menerapkan prinsip-prinsip dan metode berpikir ilmiah dalam memecahkan masalah kesehatan anak.
  2. Mampu mengenal, merumuskan pendekatan penyelesaian dan menyusun prioritas masalah kesehatan anak dengan cara penalaran ilmiah, melalui perencanaan, implementasi dan evaluasi terhadap upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif.
  3. Menguasai pengetahuan dan ketrampilan serta mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dalam memberikan pelayanan kesehatan anak.
  4. Mampu menangani setiap kasus pediatric dengan kemampuan professional yang tinggi melalui pola pendekatan kedokteran berbasis bukti (Evidence-based medicine)
  5. Mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dasar, klinis dan lapangan serta mempunyai motivasi mengembangkan pengalaman belajarnya sehingga dapat mencapai tingkat akademik lebih tinggi.
  6. Mampu mengorganisasi pelayanan kesehatan anak sehingga menjadi pemuka dalam pengembangan pelayanan kesehatan anak disemua tingkat dengan profesionalisme yang tinggi.
  7. Mampu berpartisipasi dalam kependidikan kesehatan umumnya, dan ilmu kesehatan anak khususnya.
  8. Mampu mengembangkan kinerja profesionalnya dalam spectrum yang lebih jelas dengan mengaitkan bidang ilmu atau profesi yang serupa.
  9. Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologiataupun masalah yang dihadapi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan ilmu kesehatan anak.
  10. Terampil melakukan pelayanan kesehatan anak serta mampu berkomunikasi interpersonal sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang optimal secara fisik, mental dan sosial dengan upaya pencegahan, pengobatan, peningkatan kesehatan dan rehabilitasi.
  11. Mampu meningkatkan pelayanan profesi dengan jalan penelitian dan pengembangan.
  12. Mampu berpartisipasi dalam pengembangan bidang ilmu kesehatan anak.
  13. Mempunyai rasa tanggung jawab dalam melakukan profesi kedokteran dalam suatu sistem pelayanan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional dan berpegang teguh pada Etika Kedokteran Indonesia.

Ciri Utama Pendidikan

Pendidikan dokter spesialis anakyang bertujuan menghasilkan dokter spesialis anakyang profesional, serta berkemampuan akademik Magister seyokyanya mempunyai sifat atau ciri utama sebagai berikut:

1. Berkesinambungan
Berkesinambungan dari pendidikan sarjana kedokteran, pendidikan magister klinik, pendidikan dokter spesialis, dan dapat diteruskan ke pendidikan doktor kedokteran klinik dan pendidikan dokter konsultan. Hal ini berarti terdapat kesinambungan antara first professional degree, second professional degree dan third professional degree. Pendidikan profesi dokter spesialis anak termasuk didalamnya pendidikan magister kedokteran klinik IKA merupakan jenjang pendidikan second professional degree

2. Akademik Profesional
Perpaduan pendidikan akademik yang bercirikan pendalaman ilmu (magister) dan pendidikan profesi yang bercirikan pencapaian, kemampuan profesi (spesialis) melalui pelatihan praktek keprofesian

3. Belajar aktif
Memakai kaidah pendidikan tinggi (higher education) yang bersifat pendidikan aktif dan mandiri dengan motivasi/ kreatifitas/ integritas peserta-didik yang tinggi. Proses pendidikan memakai pendekatan student centered, problem solveng oriented dan self directed learning, staf pengajar berperan dominan hanya sebagai fasilitator.

4. Berdasarkan pencapaian kemampuan
Tujuan yang ingin dicapai ialah kemampuan (competency) dan kemahiran (mastery) yang didukung oleh pengetahuan akademik yang kokoh

5.Pencapaian kemampuan individu
Kemampuan yang dicapai merupakan kemampuan setiap individu peserta-didik, oleh karena itu setiap kegiatan baik pendalaman akademik, maupun pelatihan keprofesian dicatata dan dievaluasi sebagai prestasi individu ( dalam log-book)

6.Sekuensial dan berjenjang
Strategi proses pembelajaran, supervise dan evaluasi secara sekuensial dan berjenjang

·Tahap I: tahap pembekalan ( Yunior)
·Tahap II: tahap magang ( Madya)
·Tahap III : tahap mandiri ( Senior)

7.Prasyarat
Setiap tahap merupakan prasyarat untuk mengikuti tahap berikutnya

8.Terpadu dan terintegrasi
Proses pelatihan keprofesian dilaksanakan secara komprehensif (integrated teaching) dengan mengelompokkan materi pendidikan dan/ atau kompetensi yang ingin dicapai dalam modul-modul

9.Sistim matriks
Jenis, distribusi, dan variasi kegiatan peserta didik dalampelatihan keprofesian dan pendalaman akademik disusun secara formal dalam matriks agar setiap peserta didik mendapat kesempatan yang sama

10.Jaringan sumber pembelajaran
Agar proses pendidikan menjadi efektif dan efisien dipakai sumber daya manusia dan lahan jaringan yang luas seperti kerjasama dengan institusi pendidikan lain, RS jejaring, laboratorium jejaring dan sebagainya


(sumber: buku kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Kolegium Ilmu Kesehatan Anak 2007)