Proses Pembelajaran

Proses Pembelajaran

Struktur kurikulum pendidikan

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dan dengan menggunakan program pendidikan yang berciri seperti tujuan yang akan dicapai,
struktur dasar program studi Magister dan Program Dokter Spesialis seyokyanya terdiri dari 3 bagian sbb:

Bagian pertama : Pendidikan dasar ilmiah

Bagian kedua : pendidikan bidang kekhususan

Bagian ketiga : rangkaian kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan riset ilmiah dan

penguasaan keprofesian

Materi pendidikan adalah sbb:

  1. Materi dasar Umum (MDU)
  2. Materi dasar Khusus (MDK)
  3. Materi keahlian Umum (MKU)
  4. Materi keahlian khusus (MKK)
  5. Materi penerapan akademik (MPA)
  6. Materi penerapan keprofrsian (MPK

                                      Alur Pelaksanaan Pendidikan

                           Gambar 8.1. Skematis tahapan PPDS IKA

Tahap orientasi

2 bulan

Tahap yunior

12 Bulan

Tahap Madya A

12 Bulan

Tahap madya B

9 Bulan

Tahap Senior/ mandiri

12 Bulan

Ujian akhir karya ilmiah, Evaluasi local, OSCE à

Evaluasi Nasional

1-3 Bulan

Jumlah

48 - 50 Bulan

 

  Gambar 8.2.. Skematis tahapan PPDS IKA dikaitkan dengan program combined degree

Pembekalan

pembekalan

Pembekalan

Magang

Magang

Mandiri

Catatan

 

Orientasi

Yunior

Madya A

Madya B

Senior

Evaluasi akhir

 

2 bulan

Sm 1-2

Sm 3-4

Sm 5-6

Sm 6-7-9

Sm 8-9

 

12 box

12 box

(modul-evaluasi)

12 box

(modul-evaluasi)

4 box

4 Blok

(modul-evaluasi)

 
       

IRD,

P. Umum

P.Khusus

Radiologi

*Infeksi

*Non-inf

*Neo-Nicu,

Picu

*RS jaringan

 
   

2 Journal

3 Lap kasus

1 lap kasus,

1 lap kasus sulit/mati

1 kasus longitudinal

 
   

Sari pustaka

KONIKA/

PIT

(Presentasi)

KONIKA/

PIT

(Presentasi)

   
   

MCQ Nas

OSCE

MCQ Nas

MCQ Nas

OSCE

MCQ Nas Ujian Lokal

(Mini CeX)

OSCE

EN

MDU

Sm I

   

MKK1

(Sm 3)

Sm II

MKK2

(Sm5)

Sm III

   
     

Proposal

 

Tesis

 

Catatan:

- Yunior dan Madya A ( 12 box)

  • Gizi-endokrinologi
  • Neurologi
  • Respirologi - Alergi
  • Gastroenterologi-hepatologi
  • Pediatri Sosial
  • Infeksi tropik
  • PICU
  • Nefrologi
  • Kardiologi
  • Hematologi-Onkologi
  • Neonatologi
  • NICU

- Madya B

  • Poli Umum, Poli Khusus ( @3 bulan)
  • IRD, Radiologi ( @6 minggu)

- Senior à 4 BLOK

  • Infeksi: (peny. Tropic, Respirologi, alergi-immunologi, neurologi, gastroenterologi ( 3 bulan)
  • Non Infeksi: Gizi-endokrinologi, kardiologi, hematoogi, nefrologi (3 bulan)
  • Neonatologi-NICU, PICU (3 bulan)
  • MANDIRI àRS Jaringan: (3 bulan)

- MDU (pengayaan), MKK1, MKK2 à kuliah Biomedik

 

                    Gambar 8.3. Kalender Ilmiah/ jadwal kegiatan tahunan PPDS IKA FK Unsri-RSMH

BULAN/

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

MEI

JUNI

HARI

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

OKTOBER

NOVEMBER

DESEMBER

             

SENIN

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

             

SELASA

LAP.BOX

LAP.KASUS

LAP.BOX

LAP.BOX

LAP.KASUS

LAP. BOX

 

LAP.KASUS

   

LAP.KASUS

JOURNAL READING

 
             

RABU

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

             

KAMIS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

LAP. KASUS

             

JUMAT

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

kegiatan mahasiswa

             

SABTU

SARI PUSTAKA

SARI PUSTAKA

PROPOSAL

PROPOSAL

TESIS

TESIS

   

UJIAN TAHAPAN

       
   

RAPAT EVALUASI

   

RAPAT EVALUASI

UJIAN LOKAL

 

UJIAN NASIONAL

SELEKSI RESIDEN

 

PROGRESS NOTE

MCQ NASIONAL

 
 

ORIENTASI PPDS BARU

         

Catatan

  • Libur ilmiah : saat awal puasa dan Idul fitri ( 2 minggu)

Acara Konika/PIT ( 2minggu)

Lain-lain ( 4 minggu)

  • Ujian tahapan : Evaluasi tiap box dan OSCE
  • Progress note : ujian MCQ Nasional
  • Laporan jaga : tiap hari ( dengan konsulen jaga )

 

Gambar 8.4. Jadwal Aktifitas Harian

HARI/JAM

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

MINGGU

07.00-08.00

Pelatihan Keprofesian- Kuliah Magister

08.00-08.30

Laporan Jaga

08.30-09.00

Ronde Bangsal

09.00-11.00

Pelatihan Keprofesian ( Bangsal – Poliklinik)

11.00-13.00

Seminar/Acara Ilmiah – Group Meeting (sub divisi)

13.00-14.00

Pelatihan Keprofesian

Materi penerapan akademik (MPA)

A. MPA 1 : yang berkaitan langsung dengan persyaratan magister

a. Kuliah Pasca sarjana

b. Proposal Tesis

Merupakan kegiatan akademik yang direncanakan dan disusun menurut kaidah penulisan ilmiah agar dapat digunakan
sebagai pedoman melakukan penelitian untuk penulisan tesis.

Tujuan

  • Menerapkan metodologi penelitian
  • Mendapatkan pengalaman dan ketrampilan menulis usulan penelitian ilmiah
  • Sebagai dasar melakukan penelitian ilmiah untuk penulisan tesis ditahap berikutnya.

Peserta program dan pelaksanaan

  • Peserta program yang telah menyajikan sari pustaka.
  • Usulan penelitian bisa dimulai pada tahap madya
  • Pembimbing dari staf pengajar yang berkaitan dengan topik yang dibahas dan bisa dari staf pengajar yang ditunjuk PSBM BKU IKA PPS Unsri

c. Tesis

Merupakan kegiatan akademik dengan cara mengolah hasil kegiatan penelitian dalam bentuk karya tulis yang bersifat teoritis konseptual berdasarkan analisis data sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program studi

Peserta program dan pelaksanaan

- Peserta program yang telah menyajikan proposal dan selesai melakukan penelitian

- Tesis bisa diseminarkan dan dipresentasikan sebelum masa studi akhir selesai dan sebagai syarat mengikuti evaluasi nasional

§ Pembimbing dari staf pengajar yang berkaitan dengan topik yang dibahas dan dari staf pengajar yang ditunjuk dari PSBM BKU IKA PPS Unsri

 

B. MPA 2 : yang berhubungan dengan pencapaian kemampuan keprofesian dengan dukungan ilmu yang kuat

a. Presentasi Tinjauan kepustakaan atau sari pustaka

Sari Pustaka ialah pendalaman akademik dengan cara membahas dan menyarikan berbagai makalah ilmiah menjadi satu karya ilmiah tulis yang disusun menurut kaidah penulisan ilmiah. Dilaksanakan sesudah mengikuti kuliah MDU dan MDK.

Tujuan

- Mendapatkan pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan dalam

menelusuri pustaka melalui internet, menilai dan menganalisis makalah ilmiah.

- Mendapatkan ketrampilan mensitasi dan menulis kembali ringkasan berbagai makalah ilmiah menjadi satu makalah ilmiah yang baku.

- Mendapatkan berbagai pokok bahasan, topik, masalah, kesimpulan yang mungkin dapat diteliti lebih lanjut sebagai penelitian ilmiah untuk menyusun tesis.

- Mendapatkan ketrampilan menyajikan dan mendiskusikan makalah tersebut didepan forum ilmiah.

Peserta program dan pelaksanaan

- Peserta wajib menyampaikan tinjauan kepustakaan sebanyak satu kali dengan jadwal yang sudah ditentukan (bulan Januari atau Juli – pada hari sabtu) pada akhir tahap Yunior.

- Pembimbing dari staf pengajar yang berkaitan dengan topik yang dibahas

- Sebagai syarat untuk naik ke tahap Madya

- Presentasi dilakukan di ruang sidang

b. Presentasi kajian journal

Tujuan:

Mendapat kemampuan menganalisis makalah ilmiah secara kritis (critical appraisal) sesuai tata cara baku, sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai bobot mutu penulisan makalah dan substansi yang terkandung didalamnya

Peserta program dan pelaksanaan:

- Peserta wajib melakukan kajian terhadap hasil penelitian mutakhir dalam keprofesian sebanyak 12 kali dengan topik berbeda sebagai presentan ( mulai tahap yunior)

- Presentasi dapat dilakukan di ruang sidang pada hari selasa ( wajib 2x, di tahap yunior) dan diluar ruang sidang ( dengan masing2 divisi)

c. Presentasi kasus ( sajian kasus)

Sajian kasus adalah kegiatan akademik dalam bentuk menyajikan satu kasus yang terkait dengan pelatihan ketrampilan keprofesian, untuk dibahas dalam forum ilmiah berdasarkan bukti mutakhir. Sajian kasus dapat dipandang sebagai satu kesatuan komprehensif pelatihan keprofesian dengan maksud untuk mendapat dukungan ilmu yang kuat dalam kegiatan keprofesian

Tujuan:

Selain mendalami substansi kasus juga mendapatkan kemampuan menyusun dan menganalisis suatu kasus dalam satu makalah sajian kasus menurut tata cara baku, mendapat kemampuan menyajikan satu kasus dalam forum ilmiah dan merupakan sumber informasi

Macam sajian kasus:

1) Sajian kasus menarik : menyajikan satu kasus yang terkait dengan pelatihan ketrampilan keprofesian

2) Sajian kasus sulit : adalah kasus-kasus yang memerlukan pendalaman keilmuan lebih lanjut ( merupakan audit medik juga)

3) Sajian kasus kematian : adalah kasus yang meninggal dalam perawatan dan memerlukan pembahasan lebih lanjut mengenai diagnosis, tata laksana dan sebab kematian (( merupakan audit medik juga)

Peserta program dan pelaksanaan:

- Peserta wajib menyampaikan laporan kasus menarik disertai landasan teori dan analisis berbasis mutakhir sebanyak 4 kali selama masa pendidikan ( mulai tingkat Madya )

- Peserta wajib menyampaikan laporan kasus sulit atau kematian disertai landasan teori dan analisis berbasis mutakhir sebanyak 1 kali selama masa pendidikan ( mulai tingkat madya B atau senior )

- Kasus bisa diambil dari pasien rawat inap atau pasien rawat jalan

- Penulisan dalam bahasa Indonesia, presentasi dalam bahasa Inggris dan diskusi diharapkan dalam bahasa Inggris

- Untuk kasus sulit/ kematian presentasi dan diskusi bisa dalam bahasa Indonesia

- Presentasi dilakukan di ruang sidang ( pada hari kamis atau selasa)

- Supervisor atau pembimbing adalah staf subbagian yang terkait dengan kasus yang diajukan, kecuali bila kasus tidak dalam lingkup atau bidang subbagian, maka supervisor sajian kasus adalah penanggung jawab poliklinik pediatrik

d. Presentasi kasus longitudinal

Studi kasus longitudinal adalah kegiatan akademik dengan tugas keprofesian melalui studi jangka panjang dengan pendekatan holistic dan komprehensif dalam menangani seorang anak dan ekosistimnya. Sebagai latihan penerapan tatalaksana IKA secara komprehensif dari berbagai aspek ( biofisikopsikososial) seorang peserta didik diwajibkan melaksanakan satu studi longitudinal. Studi ini dilaksanakan dengan cara pengamatan dalam jangja waktu tertentu disertai intervensi yang diperlukan terhadap proses tumbuh kembang seutuhnya terhadap seorang bayi/anak yang pernah dirawat ( baik rawat jalan atau rawat inap) karena suatu penyakit/kelainan yang berpotensi mengganggu prose tumbuh kembangnya

Manfaat :

Manfaat pemantauan berkala dan berkesinambungan ialah antara lain:

- Mencatat data hasil pemeriksaan ,pengamatan, identifikasi masalah dan pemecahannya

- Mengetahui cara memenuhi beberapa kebutuhan dasar anak ( kesehatan, gizi, emosi dan pendidikan)

- Mengetahui tumbuh kembang dan kesehatan anak untuk menjamin tumbuh kembang anak seoptimal mungkin

- Deteksi dini dan penatalaksanaan secepat mungkin pada keadaan sakit/kelainan

- Masalah lain yang mungkin timbul ( PPDS bertindak sebagai narasumber/ penasehat, pembimbing dan motivator)

Tujuan Umum

Mengembangkan kompetensi yang bermotivasi dan berkesadaran tinggi dalam mengatasi masalah tumbuh kembang, kesehatan dan kesejahteraan anak secara integrative, holistic dan komprehensif

Tujuan Khusus

- Mengidentifikasi dan memantau pertumbuhan fisis dan perkembangan psikomotor, psikososial, bahasa, emosional serta menatalaksana upaya pertumbuhan dan perkembangan yang baik serta upaya penanggulangan dan pencegahannya

- Mengidentifikasi, memantau dan melakukan intervensi lanjutan akibat kelainan/penyakit yang menyebabkan anak berkunjung ke RS pertama kali ( dampak fisik dan non fisik yang ditemukan dan kaitannya dengan tumbuh kembang selanjutnya termasuk koordinasi dengan keahlian atau profesi lain yang terkait)

- Mengidentifikasi, memantau, dan melakukan tatalaksana terhadap morbiditas ( infeksi, non infeksi, gangguan emosi dan kelainan tingkah laku) yang mungkin terjadi selama pengamatan

- Memberi penyuluhan dan motivasi kepada orang tua pasien, anggota keluarga atau pihak terkait tentang tumbuh kembang anak serta pemenuhan kebutuhan anak agar prose tersebut berlangsung baik, juga tentang penyakit/kelainan yang diderita pasien dengan berbagai konsekwensinya

- Memberikan motivasi, memantau dan melakukan penyuluhan mengenai keluarga berencana dan kependudukan

- Menjadi narasumber dan motivator dalam membantu pemecahan berbagai masalah yang dihadapi keluarga pasien selama pemantauan

Peserta program dan pelaksanaan:

- Peserta wajib menyampaikan satu laporan kasus panjang dari satu penderita yang diikuti minimal 1,5 tahun dan dilakukan tinjauan dari pediatric sosial disertai landasan teori dan analisis berbasis mutakhir sebanyak satu kali selama masa pendidikan

- Penulisan, presentasi dan diskusi dalam bahasa Indonesia

- Presentasi dilakukan di ruang sidang dalam tahap Senior ( hari selasa atau kamis)

e. Laporan jaga

Laporan jaga ialah kegiatan akademik melalui pembahasan kasus yang didapat sebagai hasil tugas. Kasus yang dilaporkan ialah kasus yang datang diluar jam kerja IGD dan kasus yang bermasalah atau meninggal diruang rawat bangsal.

Tujuan :

  • Mengembangkan kompetensi yang bermotivasi dan berkesadaran tinggi dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat jam jaga dan mengembangkan cara2 konsultasi pasien ke supervisor serta validasi dari tatalaksana pasien serta meningkatkan kemampuan dan keberanian dalam berkomunikasi
  • Membahas apakah tata laksana yang dilakukan telah sesuai dengan pedoman ( diagnosis, pemeriksaan penunjang, perawatan, pengobatan, dan lain lain)
  • Mendapat umpan balik bagi PPDS dan staf dalam penangan pasien terutama pasien gawat darurat
  • Meningkatkan tatalaksana penanganan pasien dibagian Ilmu Kesehatan anak
  • Mendapat informasi tentang keadaan dan masalah yang dihadapi PPDS selama tugas jaga

Peserta program dan pelaksanaan:

  • Seluruh peserta didik yang mendapat giliran jaga pada saat itu.
  • Penangggung jawab saat jam jaga sepenuhnya dipegang oleh mereka yang paling senior dan bertanggung jawab kepada konsulen jaga saat itu
  • Peserta sebagai tim jaga melaporkan kasus baru dan/atau menarik selama jam jaga sesuai jadwal
  • Laporan jaga disampaikan setiap pagi di ruang pertemuan dipimpin konsulen jaga

f. Laporan Box

Merupakan kegiatan akademik dengan cara melaporkan hasil kegiatan triwulan ( setiap 3 bulan) semua hasil rangkuman perawatan saat bertugas selama 3 bulan

Tujuan:

  • Sebagai audit medik dari hasil perawatan baik rawat inap , rawat jaga, ataupun kegiatan poliklinik baik yang meninggal atau tidak
  • Membahas apakah tata laksana yang dilakukan telah sesuai dengan pedoman ( diagnosis, pemeriksaan penunjang, perawatan, pengobatan, dan lain lain
  • Meningkatkan tatalaksana penanganan pasien dibagian Ilmu Kesehatan anak

 Peserta program dan pelaksanaan

  • Seluruh peserta didik dengan jadwal yang sudah ditentukan dalam bentuk laporan setiap box per triwulan
  • Presentasi dipimpin langsung oleh supervisor dari sub divisi masing-masing di ruang sidang yang dihadiri semua staf maupun residen

g. Presentasi ilmiah diluar institusi

Merupakan kegiatan akademik dengan cara mengajukan hasil penelitian (laporan kasus, seri kasus, studi diskriptif dan studi analitik) pada forum ilmiah yang diselenggarakan secara local, Nasional, regional atau internasional.

Tujuan:

Mendapatkan pengalaman pengetahuan dan ketrampilan presentasi ilmiah

diluar lingkungan pendidikan setempat

Peserta program dan pelaksanaan:

  • Peserta didik wajib melakukan presentasi ilmiah diluar institusi baik tingkat Nasional (Konika atau PIT) atau Internasional minimal sebanyak 1 kali selama periode pendidikan, baik presentasi oral atau poster

Materi penerapan keprofesian (MPK)

Materi penerapan keprofesian ialah pelatihan keprofesian dengan menerapkan ilmu yang didapat sebelumnya secara nyata melalui berbagai kegiatan keprofesian klinik Ilmu Kesehatan Anak sehingga terjadi pembinaan sikap dan tingkah laku profesi dan tercapainya kemampuan keprofesian dokter spesialis anak.Proses pelatihan keprofesian dilaksanakan baik di Rumah sakit pendidikan utama maupun di berbagai rumah sakit Mitra agar mendapatkan materi latihan berupa kasus kasus dengan jumlah dan variasi yang sesuai dengan tingkat kompetensi dan kemahiran yang ingin dicapai.

Pelatihan keprofesian bertujuan untuk mencapai ketrampilan ( kompetensi) profesional berkualitas tinggi yang didukung oleh pengetahuan akademik yang tangguh dan mantap (scientist physician). Dengan kompetensi seperti tersebut pelayanan kesehatan akan bertaraf dan berkualitas tinggi sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran. Strategi yang dipilih ialah pelatihan keprofesian dengan cara kerja praktek di bangsal untuk pasien rawat inap dan di poliklinik untuk pasien rawat jalan melalui pendekatan kedokteran berbasis bukti ( Evidence-Based Medicine), serta kegiatan di masyarakat untuk berlatih penerapan pendekatan pediarti sosial. Pelatihan keprofesian secara komprehensif dilaksanakan pada tahap Junior dan dimantapkan pada tahap madya sehingga mencapai kemampuan dokter spesialis pada tahap senior.

Secara umum aktifitas dalam pelatihan keprofesian tersebut meliputi:

1. Tata laksana pasien rawat jalan (ambulatory paediatrics)

2. Tata laksana pasien rawat inap ( inpatients paediatrics )

3. Tata laksana pasien gawat darurat ( emergency paediatrics )

4. Tata laksana kasus jangka panjang ( longitudinal cases)

5. Prosedur pediatric spesialistik (paediatrics spesialistics procedures)

6. Prosedur pediatric subspesialistik (paediatrics subspesialistics procedures)

7. Penilaian tumbuh kembang ( growth and development assessment)

8. Pendekatan pediatric social ( social paediatrics approach)

Melalui kerja praktek selain untuk mencapai ketrampilan profesional (skill) peserta program pendidikan dokter spesialis juga mendapat penguatan ( strengthening) dalam penguasaan keilmuan (knowledge) melalui Materi Penerapan Akademik . Pelatihan keprofesian dibagi menjadi tiga tahapan disesuaikan dengan tingkat ketrampilan yang dibutuhkan di masing masing tahap

2. Hak, Tugas, kewajiban dan tanggung jawab peserta didik ( residen)

  • Tugas

No

Tugas

Yunior

Madya

Senior

 

1

Menyambut dan berkomunikasi dgn pasien/keluarga yg baru masuk

v

 

 

2

Anamnesis awal dan menulis di dokumen medik

v

 

 

3

Pemeriksaan fisis awal dan menulis di dokumen medik

v

 

 

4

Assessment awal dan menulis di dokumen medik

v

 

 

5

Menulis planning / rencana awal ( Dx,Tx, Ex) dan menulis di document medik

v

 

 

6

Konfirmasi anamnesis dan pengecekan validitas catatan anamnesis yunior

 

 

v

7

Konfirmasi pemeriksaan fisik dan pengecekan validitas catatan pemeriksaan fisik yunior

 

 

v

8

Assessment konfirmasi dan pengecekan validitas catatan yunior

 

 

v

9

Menulis planning konfirmasi( Dx,Tx, Ex) dan pengecekan validitas catatan yunior dan tanda-tangani di dokumen medik

 

 

v

10

Melakukan follow up SOAP

v

 

 

11

Konfirmasi follow up SOAP dan tanda tangan di dokumen medik

 

 

v

12

Memberi edukasi dan inform consent pada pasien-keluarga

 

v

 

13

Melaporkan keberadaan dan meminta konsultasi/konfirmasi dgn divisi terkait

 

v

 

14

Menulis advis divisi terkait di document medik dan tanda tangan

 

v

 

15

Melaporkan bila ada problem management yg harus diselesaikan multi disiplin

 

v

 

16

Menyusun tugas bergilir dlm menangani kasus baru

 

 

v

17

Melaksanakan tindakan medik spesialistik

 

v

v

18

Menjadi asisten dlm melaksanakan tindakan medik spesialistik

v

v

 

19

Melaksanakan tindakan medik sub-spesialistik atas perintah konsulen divisi

 

v

v

20

Menjadi asisten dlm melaksanakan tindakan medik sub-spesialistik

v

v

v

21

Memutuskan kepulangan pasien

 

 

v

22

Melengkapi status document medik pasien KRS/ meninggal

v

 

 

23

Menanda tangani document medic pasien KRS dan meminta tanda tangan konsulen

 

 

v

24

Memberi surat pengantar ke poli saat pasien KRS

v

 

 

 

  • Kewajiban

No

Kewajiban

Yunior

Madya

Senior

1

Mengikuti visite konsulen

v

v

v

2

Mengikuti visite ronde besar

v

v

v

3

Bekerja di poli khusus

 

v

v

4

Menjawab konsul dari bagian lain atau depertemen lain

 

 

v

5

Mengerjakan tugas ilmiah yg diberikan

v

v

v

6

Memberi bimbingan kepada Dokter Muda(co-ass)

 

v

v

7

Memberi bimbingan kepada PPDS Yunior

 

v

v

8

Menyediakan pasien untuk bed site teaching mahasiswa- dan ujian Co-ass atau keperluan pendidikan

 

 

v

9

Membina kerja sama dgn Dokter Muda-PPDS yg lebih senior- , Perawat

v

v

 

10

Membina kerja sama dgn Dokter Muda-PPDS yg lebih yunior- , Perawat

 

v

v

 

Memberikan edukasi dan penyuluhan terhadap pasien dan orang tua/ keluarga pasien

v

v

v

 

  • Tanggung jawab

No

Tanggung jawab

Yunior

Madya

Senior

1

Menerima sangsi bila belum melakukan pelayanan awal dalam 30 menit setelah pasien MRS

v

 

 

2

Menerima sangsi bila belum memberikan manajement pada pasien dalam 60 menit setelah pasien MRS

 

v

 

3

Menerima sangsi bila belum melakukan SOAP harian hingga jam 09.00 hari kerja

v

 

v

4

Menerima sangsi bila belum melaporkan kasus pd divisi terkait hingga 1x24 jam setelah pasien MRS

 

v

 

5

Menerima sangsi bila belum melaporkan kasus bermasalah pd divisi terkait hingga 1x24 jam setelah pasien MRS

 

v

v

6

Menerima sangsi bila ada pasien dirawat meninggal sebelum dilaporkan pada PPDS senior

v

 

 

7

Menerima sangsi bila ada pasien dirawat meninggal sebelum dapat advis manajement dari divisi terkait

 

v

v

8

Menerima sangsi bila tidak ikut visite

v

v

v

9

Menerima sangsi bila ada dokumen yh hilang/tidak lengkap

v

v

 

10

Menerima sangsi bila dokumen belum disetor dalam 2x24 jam setelah KRS/ meninggal

v

v

 

11

Menerima sangsi bila tidak ikut visite

v

v